Bulan ini kita menginjak bulan Agustus, bulan yang kita nanti-nanti, karena bertepatan dengan dua peristiwa penting yaitu bulan suci Ramadhan dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tentu ada sesuatu yang berbeda dari bulan Ramadhan kali ini karena bersamaan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam Peringatan Kemerdekaan biasanya terdapat berbagai macam perlombaan yang diadakan untuk memeriahkan acara tersebut, seperti lomba makan kerupuk, lomba makan roti, dan lain sebagainya. Meskipun dalam peringatan kemerdekaan tahun ini tidak ada perlombaan yang berhubungan dengan makan, berbagai macam perlombaan masih mewarnai hari Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 66 ini, seperti lomba balap karung, lomba memecahkan air, memasukan pensil ke dalam botol, dan lain sebagainya. Upacara Kemerdekaanpun tetap dilaksanakan di berbagai tempat. Sekalipun dalam keadaan berpuasa, hal tersebut tidak menurunkan semangat orang-orang untuk turut berpatisipasi dalam momen tersebut. Itu merupakan bukti bahwa orang-orang masih menghargai jasa para pahlawan yang berjuang dengan segenap jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan negeri ini. Sebaliknya banyak juga putera-puteri bangsa yang tidak bersyukur dengan kemerdekaan yang mereka miliki saat ini. Tugas mereka adalah membangun bangsa ini untuk melanjutkan cita-cita luhur para pahlawan bangsa. Namun yang mereka lakukan justru sebaliknya, menghabiskan waktu mereka untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Misalnya, nongkrong setelah pulang sekolah, bahkan tidak sedikit dari mereka yang terjerumus dalam narkoba, perjudian dan minuman keras. Tidak jauh beda dengan yang terjadi di bulan Ramadhan, bisa ditemukan di berbagai tempat umum setiap sore, banyak sekali orang-orang yang menghabiskan waktunya dibulan puasa ini dengan duduk-duduk dan berbincang dengan orang-orang terdekat mereka sambil menunggu waktu berbuka, yang lebih dikenal dengan istilah “Ngabuburit”. Padahal hal tersebut sama sekali tidak ada manfaatnya, justru seringkali menimbulkan maksiat karena dengan berbincang dengan orang lain, tidak jarang dari kegiatan tersebut dapat menimbulkan ghibah. Bagaimana cara kita menghindari hal tersebut? Bisakah kita menghabiskan waktu kita di bulan Ramadhan dengan sesuatu yang lebih bermanfaat? Tentu banyak yang bisa kita lakukan untuk menghabiskan waktu di bulan Ramadhan ini, seperti dengan tadarus atau mengikuti kajian di masjid-masjid terdekat. Hal tersebut tentu jauh lebih bermanfaat daripada hanya nongkrong tanpa tujuan yang jelas. Seharusnya kita bersyukur karena kita dapat beribadah dengan bebas. Sebab dulu pada zaman Nabi Muhammad saw untuk beribadah saja harus sembunyi-sembunyi. Dan sebagai umat islam yang sudah merdeka seharusnya kita beribadah dengan lebih khusyu’, bukan malah melakukan kemaksiatan seperti yang banyak terjadi saat ini. Sama halnya kita sebagai warga negara Indonesia yang merdeka seharusnya lebih mudah untuk membangun bangsa ini. Tapi apa yang terjadi? Yang ada justru kriminalitas dimana-mana, korupsi merajalela. Sehingga kesenjangan di negeri ini semakin besar, bayangkan saja gaji para pejabat negeri yang sebulan bisa mencapai puluhan juta, akan tetapi tidak sedikit dari rakyat mereka yang mati kelaparan. Apakah yang demikian bisa dikataka merdeka? Mungkin istilah merdeka sendiri tidak cocok digunakan di semua lapisan masyarakat. Pada kenyataannya justru kita dijajah oleh negeri sendiri. Jadi kesimpulannya pada dua momen penting ini bisa kita jadikan sebagai media berintrospeksi diri, agar kita dapat menjadi hamba Allah yang lebih baik, dan warga negara yang bertanggungjawab mengemban tugasnya, karena dari kedua kemerdekaan yang sudah kita peroleh belum kita manfaatkan dengan kegiatan yang positif, justru mewarnai keduanya dengan hal-hal yang bersifat negatif. Dan jangan kita berbuat baik karena takut akan sangsi, baik sangsi dari negara, maupun sangsi dari Allah. Karena jika demikian kita tidak akan pernah melakukan sesuatu dengan ikhlas. Hidup hanya satu kali, maka manfaatkanlah waktu kalian dengan sebaik-baiknya. Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-66, dan selamat beribadah puasa bagi yang mejalankan.

Advertisements